Saya sedang dalam proses mendaftar salah satu Universitas di Swedia. Dalam persyaratannya, mereka mencantumkan bahwa di Bachelor degree, harus ada pelajaran tertentu minimal ‘misalnya’ 30 cr. Setelah saya search-search, ternyata di Swedia, setiap jenjang apapun, setiap semester mahasiswa harus mengambil 30 cr (tingkat Bachelor 180 cr selama 3 tahun, tingkat Master 120 cr selama 2 tahun). Sedangkan di Indonesia, setiap semester harus mengambil minimal 18 SKS, dimana 18 SKS saja sudah cukup berat mengerjakan tugasnya, apalagi kalau 30 SKS.
Oleh karena itu saya berkesimpulan kalau sistem “cr” di Eropa berbeda dengan sistem “SKS” di Indonesia. Apakah ada yang tahu apakah perbedaan sistem ini? Apakah ada yang tahu bagaimana konversi dari sistem “cr” ke sistem “SKS” ini?
Dear Rekan-Rekan Milis Beasiswa Apakah diantara rekan-rekan ada yang menjadi peserta ISFAS 2012? Jika ada, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan. Terima kasih Nina Jusnita __._,_.___
Saya kurang paham dengan istilah “SOL”. Tapi prinsip saya selalu sama untuk melengkapi persyaratan adalah SE-MAKSIMAL mungkin. Kalau bisa di lengkapi, silakan di lengkapi,tapi kalau mau dapat beasiswa, harus LEBIH (kalau tidak lebih, sama dengan […]
Pusat Informasi Universitas Swasta Indonesia | Undira | USI | UPM | USB