Saya kira tidak perlu karena dgn adanya cap asli/ttd dr pihak kampus pd translated dokumen sudah menandakan bhw dokumen tersebut sah dan diterjemahkan apa adanya (tnp mengubah nilai, predikat, dsb dlm ijazah tsb). *hasil yg sama yg bakal kita dapetin klo pake sworn translator ini sih* 😛
Fyi, bahkan terjemahan dr kampus mungkin lebih diterima drpd yg diterjemahkan sworn translator karena yg dr kampus tentu saja sifatnya lebih Official (resmi). Contohnya beasiswa Fulbright, utk para kandidat yg lulus tahap interview, mereka diminta mengirimkan ijazah versi b.ing. Dan untuk hal tersebut, lebih ditekankan bagi mereka agar mengirim ijazah b.ing yg dikeluarkan oleh universitas, bukan hsl terjemahan pihak luar.
Lagian, sworn translator lmyn mahal menurut saya, hehe, per lembar aja 75-100rb. mendingan pake yg udah di-issue kan sama univ. 🙂
Dear millis, Adakah yg punya pengalaman dalam mendapatkan visa ke amerika untuk conference atau symposium ketika masih student di Jepang atau di negara lain?Kalau berhasil bagaimana dan berapa lama prosesnya? Karena ada beberapa teman (tentunya […]
Salam Sejahtera… Saya sudah membaca informasi di website erasmus mundus, ternyata ada 3 action dalam scheme beasiswa erasmus mundus.Saya masih bingung dengan perbedaan keduanya, ada yang bisa membantu meberikan perncerahan?Action 1 : Joint Programmes including […]
Mbak Edra, Jika kita telat mengumpulkan berkas hasil tes toefl itp itu gara-gara hasilnya keluar setelah deadline 17 agust, lalu yang kita isi di formulir ADS di baris “If ‘No’, when do you expect to […]
Pusat Informasi Universitas Swasta Indonesia | Undira | USI | UPM | USB