Saya kira tidak perlu karena dgn adanya cap asli/ttd dr pihak kampus pd translated dokumen sudah menandakan bhw dokumen tersebut sah dan diterjemahkan apa adanya (tnp mengubah nilai, predikat, dsb dlm ijazah tsb). *hasil yg sama yg bakal kita dapetin klo pake sworn translator ini sih* 😛
Fyi, bahkan terjemahan dr kampus mungkin lebih diterima drpd yg diterjemahkan sworn translator karena yg dr kampus tentu saja sifatnya lebih Official (resmi). Contohnya beasiswa Fulbright, utk para kandidat yg lulus tahap interview, mereka diminta mengirimkan ijazah versi b.ing. Dan untuk hal tersebut, lebih ditekankan bagi mereka agar mengirim ijazah b.ing yg dikeluarkan oleh universitas, bukan hsl terjemahan pihak luar.
Lagian, sworn translator lmyn mahal menurut saya, hehe, per lembar aja 75-100rb. mendingan pake yg udah di-issue kan sama univ. 🙂
Hi Amaliyah,Bisa juga cek beasiswa VLIR-UOS dari Belgia, mereka punya program utk MSc in Nutrition and Rural Development. Good luck. MeiMaster StudentInstitute of Public HealthUniversity of Heidelberg — Pada Rab, 23/11/11, hadisoemartopanji menulis: Dari: hadisoemartopanji […]
halo… Nama saya Muhammad Noor Laily, saya mahasiswa s1 peternakan di PTS Kal-Sel, dan berencana untuk melanjutkan s2 di bidang yang sama. mohon info untuk beasiswa s2 bidang peternakan. terutama untuk beasiswa luar negeri. terima […]
TOEFL dan IELTS saya tidak sampai batas nilai yang memungkinkan. saya terus berusaha untuk menambah nilai tsb. untuk teman-teman yang bisa share tips-tips atau pengalaman kalian shg kalian bisa mendapatkan higher TOEFL. butuh banget. trims […]
Pusat Informasi Universitas Swasta Indonesia | Undira | USI | UPM | USB