Saya kira tidak perlu karena dgn adanya cap asli/ttd dr pihak kampus pd translated dokumen sudah menandakan bhw dokumen tersebut sah dan diterjemahkan apa adanya (tnp mengubah nilai, predikat, dsb dlm ijazah tsb). *hasil yg sama yg bakal kita dapetin klo pake sworn translator ini sih* 😛
Fyi, bahkan terjemahan dr kampus mungkin lebih diterima drpd yg diterjemahkan sworn translator karena yg dr kampus tentu saja sifatnya lebih Official (resmi). Contohnya beasiswa Fulbright, utk para kandidat yg lulus tahap interview, mereka diminta mengirimkan ijazah versi b.ing. Dan untuk hal tersebut, lebih ditekankan bagi mereka agar mengirim ijazah b.ing yg dikeluarkan oleh universitas, bukan hsl terjemahan pihak luar.
Lagian, sworn translator lmyn mahal menurut saya, hehe, per lembar aja 75-100rb. mendingan pake yg udah di-issue kan sama univ. 🙂
Dear friends, saya, leonard (mahasiswa S1 Reg Akuntansi FEUI angkt. 2010). salam hangat. 🙂 Untuk mengisi masa liburan (mulai 6 Juni hingga awal September), adakah teman-teman yang mempunyai informasi mengenai kesempatan/beasiswa magang di perush. banking […]
Dear Milisters, Apakah di antara milisters ada yang sudah pernah dapat beasiswa ini “infrastructure planning university of stuttgart – via DAAD “? Background saya electrical engineer sementara untuk infrastructure planning diminta backgroundnya Civil, architect, urban. Rekan kerja […]
hai.. newbie nih gw butuh info ttg program spesialis kedokteran di filipina: 1. klo mau ambil spesialis kulit di filipina yg bagus dimana ya?? 2. ttg tata cara mpe bisa ketrima di sna proses ma […]
Pusat Informasi Universitas Swasta Indonesia | Undira | USI | UPM | USB