Saya kira tidak perlu karena dgn adanya cap asli/ttd dr pihak kampus pd translated dokumen sudah menandakan bhw dokumen tersebut sah dan diterjemahkan apa adanya (tnp mengubah nilai, predikat, dsb dlm ijazah tsb). *hasil yg sama yg bakal kita dapetin klo pake sworn translator ini sih* 😛
Fyi, bahkan terjemahan dr kampus mungkin lebih diterima drpd yg diterjemahkan sworn translator karena yg dr kampus tentu saja sifatnya lebih Official (resmi). Contohnya beasiswa Fulbright, utk para kandidat yg lulus tahap interview, mereka diminta mengirimkan ijazah versi b.ing. Dan untuk hal tersebut, lebih ditekankan bagi mereka agar mengirim ijazah b.ing yg dikeluarkan oleh universitas, bukan hsl terjemahan pihak luar. Â
Lagian, sworn translator lmyn mahal menurut saya, hehe, per lembar aja 75-100rb. mendingan pake yg udah di-issue kan sama univ. 🙂
Dear rekan-rekan, Mohon sharing sekiranya rekan-rekan memiliki informasi grant untuk short course di US (selain fulbright)? Dan mengenai fulbright, jika applikan tidak berada di ‘home country’ / negara asal, apakah kita bisa mendaftar di negara tempat […]
Dear : Milister, Â Saya desinta. Baru lulus S1 jurusan teknik industri, mw melanjutkan ke ITB. Adakah beasiswa S2 Teknik Industri di ITB? Apa saja syaratnya?kapan mulai pendaftarannya? Â Terima kasih, Â Very best regards, […]
On Sun, Feb 5, 2012 at 1:06 PM, Puputmelata wrote: Hallo mau nanya ya, saya sudah apply Aminef dua kali dan failed. Apakah dengan toefl ibt 81 cu,up mempengaruhi ya… Maksud saya hal apa saja […]
Pusat Informasi Universitas Swasta Indonesia | Undira | USI | UPM | USB