Saya kira tidak perlu karena dgn adanya cap asli/ttd dr pihak kampus pd translated dokumen sudah menandakan bhw dokumen tersebut sah dan diterjemahkan apa adanya (tnp mengubah nilai, predikat, dsb dlm ijazah tsb). *hasil yg sama yg bakal kita dapetin klo pake sworn translator ini sih* 😛
Fyi, bahkan terjemahan dr kampus mungkin lebih diterima drpd yg diterjemahkan sworn translator karena yg dr kampus tentu saja sifatnya lebih Official (resmi). Contohnya beasiswa Fulbright, utk para kandidat yg lulus tahap interview, mereka diminta mengirimkan ijazah versi b.ing. Dan untuk hal tersebut, lebih ditekankan bagi mereka agar mengirim ijazah b.ing yg dikeluarkan oleh universitas, bukan hsl terjemahan pihak luar.
Lagian, sworn translator lmyn mahal menurut saya, hehe, per lembar aja 75-100rb. mendingan pake yg udah di-issue kan sama univ. 🙂
January 10, 2012adminBerita KampusComments Off on [beasiswa] [OOT-MOHON INFO] Bagaimana Dapatkan Izin terjemahkan dan terbitkan artikel dari jurnal
Halo teman-teman, mohon maaf untuk posting pertanyaan ini. Barangkali ada yang tahu, bagaimana prosedur untuk menerjermahkan ke dalam bahasa Indonesia artikel di jurnal asing — berbahasa Inggris (misalnya dari Sage Publication, dsb), untuk diterbitkan di […]
Dear rekan pejuang beasiswa , Saya ingin bertanya beberapa hal lain kaitannya dengan BU diknas. Dikarenakan beasiswa ini menerima aplikasi pelamar selama satu tahun dari 1 januari hingga 31 desember,Pertanyaan saya: 1. Biasanya seleksi dan […]
Dear All, Saya seorang guru, sekarang sedang mengerjakan tesis S2 magister manajemen pendidikan, saya ingin melanjutkan S3 saya ke Finlandia, karena selama satu dekade ini Finlandia berhasil dengan sistem pendidikan terbaik di dunia, yang menghasilkan […]
Pusat Informasi Universitas Swasta Indonesia | Undira | USI | UPM | USB