Saya kira tidak perlu karena dgn adanya cap asli/ttd dr pihak kampus pd translated dokumen sudah menandakan bhw dokumen tersebut sah dan diterjemahkan apa adanya (tnp mengubah nilai, predikat, dsb dlm ijazah tsb). *hasil yg sama yg bakal kita dapetin klo pake sworn translator ini sih* 😛
Fyi, bahkan terjemahan dr kampus mungkin lebih diterima drpd yg diterjemahkan sworn translator karena yg dr kampus tentu saja sifatnya lebih Official (resmi). Contohnya beasiswa Fulbright, utk para kandidat yg lulus tahap interview, mereka diminta mengirimkan ijazah versi b.ing. Dan untuk hal tersebut, lebih ditekankan bagi mereka agar mengirim ijazah b.ing yg dikeluarkan oleh universitas, bukan hsl terjemahan pihak luar.
Lagian, sworn translator lmyn mahal menurut saya, hehe, per lembar aja 75-100rb. mendingan pake yg udah di-issue kan sama univ. 🙂
Halo Novi, Untuk kedua pertanyaan, jawabannya boleh. ADS tidak mungkin menuliskan semua bidang secara spesifik, sehingga yang dicantumkan hanya bidang prioritas umum saja. Prinsipnya adalah bagaimana kita menjelaskan keterkaitan bidang spesifik kita dengan prioritas ADS […]
Jadwal Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana Tahun Akademik 2022/2023 SELEKSI PRESTASI Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru berdasarkan nilai Rapor, berlaku untuk program studi Non Kedokteran dan Non Filsafat Keilahian. Nilai rapor yang di gunakan kelas 10 dan 11 SMA/SMK/Setara, dengan […]
Pak Mardian,what a brilliant idea!Saya ternyata silap sekali saat searching. Saya merasa punya hubungan cukup baik dengan bos yang asli WNI (warga negara Indoensia heheh), tetapi masih merasa tidak terlalu yakin ybs akan berkenan meneken […]
Pusat Informasi Universitas Swasta Indonesia | Undira | USI | UPM | USB