On Fri, Jan 6, 2012 at 10:30 AM, Dessy Amirudin <[email protected]> wrote:
Dear Laskar Beasiswa
Saya sedang dalam proses mendaftar salah satu Universitas di Swedia. Dalam persyaratannya, mereka mencantumkan bahwa di Bachelor degree, harus ada pelajaran tertentu minimal ‘misalnya’ 30 cr. Setelah saya search-search, ternyata di Swedia, setiap jenjang apapun, setiap semester mahasiswa harus mengambil 30 cr (tingkat Bachelor 180 cr selama 3 tahun, tingkat Master 120 cr selama 2 tahun). Sedangkan di Indonesia, setiap semester harus mengambil minimal 18 SKS, dimana 18 SKS saja sudah cukup berat mengerjakan tugasnya, apalagi kalau 30 SKS.
Oleh karena itu saya berkesimpulan kalau sistem “cr” di Eropa berbeda dengan sistem “SKS” di Indonesia. Apakah ada yang tahu apakah perbedaan sistem ini? Apakah ada yang tahu bagaimana konversi dari sistem “cr” ke sistem “SKS” ini?
iscab:
Swedia menggunakan ECTS (European Credit Transfer System), sedangkan Indonesia menggunakan SKS (Satuan/Sistem Kredit Semester).
Tidak ada standar konversi nasional antara ECTS dan SKS. Universitas yang kuketahui memiliki dokumen konversi ECTS dan SKS itu UGM (Universitas Gadjah Mada) dan SGU (Swiss German University). Di SGU, 1 SKS setara 1,5 ECTS. Jadi 18 sks setara 27 ECTS. Di UGM, sekitar tahun 2005 pernah ada kerjasama ASEAN-ECTS, tapi sekarang aku tak tahu hasilnya seperti apa.
Cara konversi dari SKS ke ECTS adalah meminta dokumen dari universitas di Indonesia mengenai beban kuliah. 1 SKS itu 3 jam per minggu. Lalu kuliah dilakukan berapa minggu. Nanti perguruan tinggi di Swedia bisa memperkirakan konversi dari SKS ke ECTS.
Coba cek situs ini: http://www.adb.org/site/careers/japan-scholarship-program/main Selain itu, setau saya perusahaan jepang seperti mitsubishi dan panasonic juga memberikan beasiswa, mungkin bisa menghubungi pihak perusahaan ybs. Beasiswa lain yang terkenal pemberian JICA, biasanya antar pemerintah. Mungkin bisa […]
Nugroho, sepemahaman sy, ‘issuing country’ adalah negara yang mengeluarkan/menerbitkan paspor Indonesia anda. Jadi mestinya ‘KBRI Hanoi’ atau ‘Konsulat RI-Saigon’ paramita From: Nugroho Setyo To: “[email protected]” Sent: Thursday, July 26, 2012 8:17 PMSubject: [beasiswa] […]
yth pak Herman, *Qualification Name* diisi dengan nama gelar yang kita tempuh. Misalnya kalau saya *Master of Psychology* dan *Bachelor of Psychology*, karena dari gelar secara eksplisit sudah kelihatan bidang studi kita apa. Kalau misalnya […]
Pusat Informasi Universitas Swasta Indonesia | Undira | USI | UPM | USB