Terkait UKT, Unair Tertinggi Rp 21 Juta Per Semester, ITS Belum Ada Rencana Kenaikan

Berikut ini Universitasswasta.com menyajikan informasi tentang Terkait UKT, Unair Tertinggi Rp 21 Juta Per Semester, ITS Belum Ada Rencana Kenaikan sebagai berikut:

ANDA SIBUK BEKERJA?, INGIN KULIAH D3 S1 S2.
PILIH KELAS KARYAWAN TERBAIK DI DAERAH ANDA
 KLIK DISINI

Terkait UKT, Unair Tertinggi Rp 21 Juta Per Semester, ITS Belum Ada Rencana Kenaikan


Terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Unair, tertinggi UKT 6 untuk pendidikan kedokteran mencapai Rp21,5 juta per semester. Terendah Rp 3 juta per semester untuk program studi sejarah.

”Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa yang punya tanggung jawab UKT terlalu tinggi itu biasanya semester 3 sudah minta keringanan. Mereka tidak konsisten mau membayar sebesar itu, makanya kami mengubah skema pembayaran supaya yang terlalu tinggi UKT-nya bisa tetap membayar sampai kuliahnya selesai,” jelas Nasih.

Tak mau kompensasi penurunan biaya SPP seringkali dilakukan oleh UKT VI, Unair membuat beberapa skema.
Salah satunya yakni, Unair akan membebankan tanggung jawab UKT tertinggi di awal kuliah. Misalnya, bila beban kuliah per semester Rp21,5 juta untuk UKT VI.

Perhitungannya UKT VI itu dikalikan dengan masa waktu kuliah delapan semester yakni 172 juta.

Sedangkan, untuk biaya UKT III adalah Rp7,5 juta per semester sehingga 8 semester membutuhkan biaya Rp60 juta.

Dengan demikian, jika mahasiswa yang memiliki beban UKT VI namun ingin membayar seperti besaran UKT III berarti mahasiswa harus membayar uang awal kuliah Rp112 juta.

Jumlah itu diambil dari pengurangan total UKT VI ke UKT III.

”Kalau bayar di muka itu lebih ringan. Yang punya tambak jualin tambak pojok di awal masuk, setelah itu per semesternya enggak mikir terlalu berat. Kalau orang mampu Rp7,5 juta kan gampang,” jelasnya.

Meski demikian besaran UKT masih melewati berbagai pertimbangan. Nasih memastikan UKT untuk tiap golongan akan ditambahkan subgolongan supaya lebih detail. Selain itu, kebijakan pembulatan nominal UKT juga akan dilakukan. Nasih juga akan menjamin bagi mahasiswa kurang mampu akan tetap diperhatikan. Bahkan bisa nol rupiah. Ini bisa diterapkan lantaran kebijakan subsidi silang. “Untuk UKT golongan I dan II sepertinya tidak akan ada perubahan,” tukasnya.

Untuk UKT, Unair sebagai PTN BH tidak harus izin Kemenristekdikti. Yang perlu dilakukan cukup pemberitahuan. Khusus untuk UKT I dan II ditentukan Kemenristekdikti dengan rentangan UKT mulai gratis atau 0 rupiah hingga Rp500 ribu. Sedangkan UKT III ke atas ditentukan PTN dengan mengirimkan draft persetujuan ke kementerian. Selama belum disetujui, UKT lama tetap dipakai.

Sedang Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Joni Hermana mengatakan,pihaknya belum memiliki rencana menaikkan UKT. Selama ini UKT lama masih digunakan. Meskipun jumlah penerimaan di jalur mandiri tidak bisa sebanyak tahun lalu.

Meski demikian ITS kini juga mulai mengkaji UKT. Di ITS, UKT tertinggi saat ini pada prodi sistem perkapalan yang jumlahnya mencapai Rp19,5 juta per semester.

“Mahasiswa ITS itu mayoritas mahasiswa yang dari kalangan menengah bawah, jadi jika ada kenaikan pun tidak akan signifikan,” jelasnya.

Mungkin Anda Tertarik

Demikian kami sampaikan tentang Terkait UKT, Unair Tertinggi Rp 21 Juta Per Semester, ITS Belum Ada Rencana Kenaikan semoga informasi tentang Terkait UKT, Unair Tertinggi Rp 21 Juta Per Semester, ITS Belum Ada Rencana Kenaikan ini bermanfaat.