Saya ada teman di kampus yang asalnya dari UGM dan ke Kyudai untuk menganalisis sampel-sampelnya. Jadi dia mengambil data di Indonesia tapi mengolahnya di Kyudai karena di Indonesia tidak ada alatnya. Mungkin kamu bisa seperti itu juga. Jadi nanti di universitas tujuan status kamu sebagai research student (sekitar 6 bulanan). Setahu saya, kebanyakan kasus akan seperti itu. Jadi bukan berarti kamu mengambil data dan menganalisis di luar negeri tapi hanya ikut menganalisis saja di luar negeri. Kalau ingin mengikuti jalur seperti itu, banyak beasiswa untuk research student. Kalau ke Jepang, ada Monbukagakusho untuk research student. Tapi yang paling penting kamu harus mengontak salah satu sensei di universitas Jepang yang akan jadi pembimbing kamu di Jepang. Lebih bagus kalau misalnya pembimbing kamu di Indonesia kenal atau tahu sensei tersebut jadi kerjasamanya akan lebih enak.
— Regards,
Brenda Ariesty Kusumasari ブレンダ アリエスティ クスマサリ Economic Geology Laboratory Department of Earth Resource Engineering Graduate School of Engineering Kyushu University Ito Campus Japan
alhamdulillah.. saya setuju betul sama mba Watie =)melalui milis ini, saya sangat terbantu,, minimal terus menyemangati saya untuk kuliah lagi =)milis ini sangat bermanfaat. kalaupun ada buku yang membahas seputar beasiswa, buku tersebut sebaiknya “diedarkan” […]
Kenapa ga ke IDP aja di kampus UKDW kemarin translete 80 ribu per lembar Regards From: faizal makhrus To: [email protected] Sent: Wednesday, November 16, 2011 6:37 PMSubject: [beasiswa] Re: (BUTUH INFO) Sworn Translator di Yogyakarta […]
mbak sally kalau akan medical cek up tidak perlu yang lengkap sesuai persyaratan beasiswa saja… kalau saya itu waktu medical cek up untuk monbusho hanya rontgen, darah, air seni dan paru2 di prodia hanya 170rb…(thn […]
Pusat Informasi Universitas Swasta Indonesia | Undira | USI | UPM | USB