Beasiswa ke India memang sudah buka. Deadline tanggal 19 Februari. Formnya ada di website Dikti, tapi hasil scan jadi kurang bagus. Kalau mau yang agak bagus, minta ke embassy saja; ada alamatnya di form tersebut.
Tetapi, sebelum daftar, sebaiknya pertimbangkan dulu pilihan universitasnya baik-baik. Dari sekian banyak IIT hanya Roorke yang masuk dalam scheme beasiswa tersebut. Selain itu, living cost yang diberikan hanya sedikit (sekitar Rp. 1,5 juta per bulan) padahal biaya hidup di India hampir sama dengan di Jakarta. Asuransi tidak ditanggung, tetapi harga obat antibiotik standar di India ternyata jauh lebih murah daripada di Indonesia; mungkin karena mereka produksi sendiri sedangkan kita masih impor bahan baku obat.
Yang sangat berat, biaya penelitian tidak ditanggung. Jadi harus super hemat atau malah nombok.
Namun demikian jika ada universitas dan dosen pembimbing yang benar2 Rifki suka, ya it’s worth to try.
Semoga sukses,
daisy
From: Rifky A To: “[email protected]” Sent: Thursday, 19 January 2012 9:48 AM Subject: [beasiswa] [Butuh Info] Beasiswa India
Beasiswa India apa sudah keluar yah? apakah sudah ada yang pernah dapat? bagi ilmu yah mas mbak..
FYI, King Fahd itu SAR 1750, KSU itu 2000an dan KAUST kalo ga salah itu sampe 3000an. Kalo makan di kantin mahasiswa, per porsinya cuma seharga 3-5 SAR. Dan masalah biaya hidup, nampaknya cuma buat […]
Rekan Santi, argumen ini termasuk sudah sering dibahas. Masalah brain drain vs brain gain lagi; pendapat saya dari dulu sampai sekarang tidak berubah, kita lebih butuh membangun network orang Indonesia yang kokoh di dalam dan […]
Dear semua, perkenalkan saya mhely, saya lulusan S1 Sarjana Kesehatan Masyarakat UI, saat ini bekerja sebagai staf kependidikan. Ada beberapa hal yang mau saya tanyakan tentang beasiswa unggulan. 1. Adakah perbedaan pendaftaran beasiswa unggulan dikti […]
Pusat Informasi Universitas Swasta Indonesia | Undira | USI | UPM | USB