Saya sedang dalam proses mendaftar salah satu Universitas di Swedia. Dalam persyaratannya, mereka mencantumkan bahwa di Bachelor degree, harus ada pelajaran tertentu minimal ‘misalnya’ 30 cr. Setelah saya search-search, ternyata di Swedia, setiap jenjang apapun, setiap semester mahasiswa harus mengambil 30 cr (tingkat Bachelor 180 cr selama 3 tahun, tingkat Master 120 cr selama 2 tahun). Sedangkan di Indonesia, setiap semester harus mengambil minimal 18 SKS, dimana 18 SKS saja sudah cukup berat mengerjakan tugasnya, apalagi kalau 30 SKS.
Oleh karena itu saya berkesimpulan kalau sistem “cr” di Eropa berbeda dengan sistem “SKS” di Indonesia. Apakah ada yang tahu apakah perbedaan sistem ini? Apakah ada yang tahu bagaimana konversi dari sistem “cr” ke sistem “SKS” ini?
halo, sekolah musik di Eropa yang saya tahu hanya HMFT (Hochschule für Musik und Tanz) di Köln Jerman. Hochschule itu kira2 sama dengan universitas namun fokusnya lebih ke praktek dibanding teori. yang saya tahu banyak […]
April 19, 2012adminBerita KampusComments Off on [beasiswa] [butuh info] Apa Beasiswa S2/S3 Dikti Hanya Untuk Lembaga Di Bawah Kemendikbud?
Dear Rekan-Rekan Yth, Saya ingin apply untuk beasiswa S3 DIKTI. Saya tenaga pengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berada di bawah Kementerian Agama. Apakah beasiswa Dikti ini hanya diperuntukkan bagi dosen di lingkungan Diknasbud […]
Dear all, Perkenalkan, saya Hadi, karyawan swasta di Jakarta sebagai system analyst. Alhamdulillah saya diterima di MTI – UI 2012 semester gasal ini. Sebelumnya saya informasikan bahwa saya bukanlah seorang PNS, dosen PTN ataupun PTS.Selain […]
Pusat Informasi Universitas Swasta Indonesia | Undira | USI | UPM | USB