Saya sedang dalam proses mendaftar salah satu Universitas di Swedia. Dalam persyaratannya, mereka mencantumkan bahwa di Bachelor degree, harus ada pelajaran tertentu minimal ‘misalnya’ 30 cr. Setelah saya search-search, ternyata di Swedia, setiap jenjang apapun, setiap semester mahasiswa harus mengambil 30 cr (tingkat Bachelor 180 cr selama 3 tahun, tingkat Master 120 cr selama 2 tahun). Sedangkan di Indonesia, setiap semester harus mengambil minimal 18 SKS, dimana 18 SKS saja sudah cukup berat mengerjakan tugasnya, apalagi kalau 30 SKS.
Oleh karena itu saya berkesimpulan kalau sistem “cr” di Eropa berbeda dengan sistem “SKS” di Indonesia. Apakah ada yang tahu apakah perbedaan sistem ini? Apakah ada yang tahu bagaimana konversi dari sistem “cr” ke sistem “SKS” ini?
Rekan Santi, argumen ini termasuk sudah sering dibahas. Masalah brain drain vs brain gain lagi; pendapat saya dari dulu sampai sekarang tidak berubah, kita lebih butuh membangun network orang Indonesia yang kokoh di dalam dan […]
April 8, 2012adminBerita KampusComments Off on [beasiswa] Re: [BUTUH INFO] aplikasi fulbright dan pengalaman organisasi islam
Dear Edo, Selama organisasi Islamnya tidak terkait al-Qaeda atau tersangka jaringan teroris lain sih mestinya nggak ada masalah. 🙂 Dari pengalaman saya keluar-masuk Amerika sejak 2007 sudah banyak perubahan pada kebijakan ‘pasca 9/11’. Jangan terlalu […]
Bersama ini kami Universitasswasta.com menyampaikan informasi tentang Pendaftaran Kuliah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga 2024/2025, sebagai berikut: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, sering disingkat UIN Suka, adalah Perguruan Tinggi […]
Pusat Informasi Universitas Swasta Indonesia | Undira | USI | UPM | USB