Saya ada teman di kampus yang asalnya dari UGM dan ke Kyudai untuk menganalisis sampel-sampelnya. Jadi dia mengambil data di Indonesia tapi mengolahnya di Kyudai karena di Indonesia tidak ada alatnya. Mungkin kamu bisa seperti itu juga. Jadi nanti di universitas tujuan status kamu sebagai research student (sekitar 6 bulanan). Setahu saya, kebanyakan kasus akan seperti itu. Jadi bukan berarti kamu mengambil data dan menganalisis di luar negeri tapi hanya ikut menganalisis saja di luar negeri. Kalau ingin mengikuti jalur seperti itu, banyak beasiswa untuk research student. Kalau ke Jepang, ada Monbukagakusho untuk research student. Tapi yang paling penting kamu harus mengontak salah satu sensei di universitas Jepang yang akan jadi pembimbing kamu di Jepang. Lebih bagus kalau misalnya pembimbing kamu di Indonesia kenal atau tahu sensei tersebut jadi kerjasamanya akan lebih enak.
— Regards,
Brenda Ariesty Kusumasari ブレンダ アリエスティ クスマサリ Economic Geology Laboratory Department of Earth Resource Engineering Graduate School of Engineering Kyushu University Ito Campus Japan
ah maaf, yg terakhir salah tulis…maksudnya setelah lulus kemudian baru berusaha mendapatkan visa kerja & mencari nafkah di negara tsb /negara lain yg bukan indonesia……apakah bisa? (bukan masih kuliah dgn beasiswa lalu berusaha mengubah visa […]
halo, kalau mau sekolah di Jerman saya sangat menyarankan untuk menguasai bahasa Jerman, meskipun mengambil kelas internasional. paling tidak menguasai bahasa Jerman untuk pergaulan. rencananya di Jerman akan lanjut S1 atau untuk S2 ya? kalau […]
Dear Desinta, Mungkin Desinta bisa check pengumuman di website Dikti tt Panggilan wawancara BU Dikti, karena disana selain terdapat nama2 yang lolos beasiswa juga terdapat list nama2 yang pernah mendaftar online beserta nomer registrasinya. Hope […]
Pusat Informasi Universitas Swasta Indonesia | Undira | USI | UPM | USB