Saya baru saja dapat nilai IELTS dan harus dikirim ke salah satu universitas di Norwegia paling lambat 1 Maret 2011 ini. Yang saya bingung :
1. Saya gak tau harus mengirim Test Report Form yang asli apa cukup copy-an nya saja ke universitas tersebut, karena universitas tersebut tidak mencantumkan mengenai hal ini.
2. Tadi saya sekalian nanya di IDP Bandung, dia bilang dengan membayar 25ribu + ongkos DHL katanya bisa dibuatkan lagi Test Report Form yang serupa dan kemudian langsung dikirim ke universitas yang ingin dituju.
3. Saya khawatir dengan sistem IDP ini. Karena saya bisa melakukan pengiriman sendiri ga butuh jasa IDP. Masalahnya, Test Report Form yang asli hanya bisa dibuatkan untuk dikirim langsung ke universitas nya langsung. Ga bisa dikirim oleh saya atau diambil saya sendiri.
4. Sementara jika saya sekarang mengirim Test Report Form yang saya punya, saya ga punya lagi yang asli. Sedangkan kalau saya kirim yang copy-an takutnya salah.
5. Sedangkan kalau saya ngirim via IDP takut ada apa-apa. (Gak Yakin), mengingat ketika saya ngirim admission letter sendiri (via DHL), ada kekurangan detil alamat (Kata DHL nya) sehingga jika ingin bener2 sampai ke tujuanharus nambah 22$. Waktu itu biaya nya sampai naik dari 540ribu jadi 750ribu gara2 ini.
Sudah sekian dulu pertanyaan saya. Mungkin ada teman-teman yang bisa membantu, Terima Kasih Banyak
Wassalam
Isa Adi S
Dari: Zakka Fauzan Kepada:[email protected] Terkirim: Kam, 20 Januari, 2011 04:30:00 Judul: Re: [beasiswa] [INFO] Legalisir hasil IELTS di IDP tidak semudah sebelumnya
Hmmm, mbak Chalida mungkin belum tahu TOEFL International yang sekarang (iBT = Internet Based Test) bukan lagi Grammar, Reading dan Listening, akan tetapi Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Jadi sekarang TOEFL tidak hanya mewakili passive english (reading dan listening) saja, akan tetapi juga active english (speaking dan writing). Well sebenarnya ini juga sudah cukup lama, karena saya sudah mengambil TOEFL iBT Januari 2009.
Dari seorang guru yg mengajar di IDP saat kelas short course sebelum tes IELTS, saya diberi tahu bahwa saat mengambil TOEFL maka kemampuan bahasa inggris yg akan terwakili hanya dari segi Grammar. Walaupun pada TOEFL sendiri, ada sesi listening dan reading. Tapi bagi kalangan akademis, hal tersebut dianggap tidak cukup mewakili kemampuan bahasa inggris saat harus mengambil jenjang pendidikan yg lebih tinggi di negara-negara yg berbasis bahasa inggris.
Dear mas Dafi dan teman -teman, Apakah bisa proposal tesis, surat permohonan beasiswa, estimasi biaya dalam bhs Indonesia sementara surat lainnya, rekomendasi atasan, LoA, reemployment guaranteed dalam bhs Inggris. Mohon bantuannya ya…makasih. Thank you. Warm […]
Halo mas Ario, Untuk kasus mas , sama sekali tidak ada masalah. Ada kolega saya lulus kuliah S1 7 tahun dan sekarang bersama dengan saya mendapatkan beasiswa Fulbright ke US. (mudah2an orangnya tidak keberatan saya […]
Ga juga,soalnya aku dari universitas ga didukung untuk pergi belajar dengan alasan aku bukan dosen hanya sebagai teknisi laboratorium.Tapi aku tetap nekat pergi belajar dengan syarat biaya sendiri.Sekedar info aku bekerja di universitas tadulako dipalu. […]
Pusat Informasi Universitas Swasta Indonesia | Undira | USI | UPM | USB