Saya punya pengalaman agak mirip. Saya berstatus sebagai PNS daerah, dan tahun ini akan meneruskan S2 di LN dengan beasiswa dari pihak non negara/instansi swasta. Setahu saya biasanya PNS di daerah saya melanjutkan beasiswa ke LN dengan beasiswa Bappenas/dana pemerintah. Jadi kasus saya sebetulnya unik. Tapi saya tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam pengurusan tugas belajar ke BKD. Setelah dinyatakan mendapatkan beasiswa, saya sampaikan kepada Kepala Instansi saya. Saya juga tunjukkan Pergub yang mengatur mengenai pemberian tugas belajar yang salah satunya menyebutkan bahwa pendanaan tugas belajar boleh dari donor lain. Kepala instansi membuat surat resmi kepada Sekda memohon pemberian tugas belajar untuk saya. Dari sekda baru mendisposisi kepada Kepala BKD. Jadi jangan kita sendiri yang menghadap ke BKD.
Dalam kasus Mbak Dian yang baru tahapan mendaftar, mungkin mbak Dian bisa cari Pergub/Perda atau aturan lain yang mengatur mengenai pemberian tugas belajar di daerah Mbak Dian. Di lihat, di situ ketentuan sumber pembiayaan bagi Tugas Belajar PNS di daerah mbak dian hanya dari negara atau dimungkinkan dari pihak lain. Jika dimungkinkan dari pihak lain, bawa copy peraturan dimaksud ke kepala instansi mbak dian. Lalu dari instansi bikin surat resmi ke BKD. Ribet memang. Tapi inilah tantangan menjadi PNS, semua serba birokratis dan prosedural. Padahal kalau dipikir-pikir, negara yang untung. PNS aktif mencari dana untuk kuliah sendiri, negara tidak ikut membiayai, tapi nanti yang menikmati hasilnya adalah negara. Mestinya didukung 100%.
Satu-satunya cara mensiasati kondisi yang serba prosedural seperti dunia birokrasi adalah dengan memahami ketentuan dan prosedur yang berlaku, yaitu mempelajari perda/pergub yang beraku.
Hormat saya,
Huda Albanna
From: luki cesaria To: “[email protected]” Sent: Sunday, July 29, 2012 7:57 PM Subject: Re: [beasiswa] Re: [Butuh Info] Banyakkah PNS yang berhasil sekolah ke LN?
hmmm.. sangat berbeda dengan BKD di Prov. NTB (mungkin karena ini munngkin karena termasuk daerah fokus ya) .. disini sangat didukung untuk yang mau apply beasiswa, sampai diadakan sosialisasi dari ADS, hingga kursus IELTS gratis untuk yang berminat apply beasiswa ADS tahun 2013. Kalau membaca alasan kepala dinas dan BKD sepertinya agak mengada-ada, sy PNS yang juga berencana apply ADS tahun ini, walaupun belum sampai meminta rekomendasi ke Kepala Dinas, tapi sy sudah siap kalau memang kurang disetujui dengan berbagai alasan, mudahan semua lancar ya, AMIN.. tetap semangatt .. 🙂
Regards
Luki
Dinas PertanianTPH Prov. NTB
From: Dian To: “[email protected]” Sent: Saturday, 28 July 2012, 15:29 Subject: [beasiswa] Re: [Butuh Info] Banyakkah PNS yang berhasil sekolah ke LN?
Sayangnya kalau dibaca-baca formulir ADS mewajibkan ttd dr kadinas/kakanwil, kecuali kalau saya pindah k open category. Jadi solusinya saya pikir memang harus ke bupati / setda, sebetulnya pikiran ini agak menakutkan, karena ini baru mau mengirim aplikasi, belum tentu diterima. Saya juga nggak punya penghubung untuk bisa ketemu bupati, kalau kata teman saya pergi sj k pendopo coba cari ajudannya minta ktemu:).. Saya juga mendapat attachment surat yg dikirim ADS k perwakilan jatim, nanti mungkin saya coba print dan tunjukkan k kepala dinas. Saya minta dkirim langsung ke instansi saya juga sih, semoga disetujui. Menurut kabar2 yang beredar, pak kepala BKD bentar lagi mau pindah dapat jabatan lain lagi, sayangnya sepertinya tidak dlm minggu ini :p.
Assalamualaikum… Saat ini saya sedang menyelesaikan pendidikan S1 saya di Delhi University India dan ingin sekali melanjutkan S2 di SOAS London… Mohon info bagi kakak2 yang tahu bagaimana persyaratan dan cara menembusnya, terima kasih Wassalam, […]
dear Adit, Sore..,Saya dian, tahun lalu saya juga dipanggil wawancara beasiswa Chevening, meskipun gagal, boleh ya saya sharing pengalaman wawancara saya. Wawancara berlangsung kurang lebih 30 menit dengan reviewer 2 orang. 1 orang dari British […]
Blognya pak Bambang cukup membantu sewaktu saya juga ikutan TPA. Tidak ada trik khusus. Saya belajar otodidak saja dibantu 2 buku yang dibeli di gramedia. Buku-buku itu untuk “mengakali” kekurangan saya di bagian aritmatik. Terus, […]
Pusat Informasi Universitas Swasta Indonesia | Undira | USI | UPM | USB